Cinta Sejati Rahwana

Rahwana terkenal sebagai raja Angkara murka, Seorang Raksasa, penguasa Alengka, salah satu kerajaan yang jaya pada masanya. Konon kerajaan Alengka dimasa Rahwana Sangat makmur, rakyat Alengka paling miskin sekalipun menggunakan peralatan makan (piring, sendok dll) dari emas.

Sayang Rahwana mencintai orang yang salah (Dewi Sita) yang sudah bersuami, dan melakukan segala upaya untuk mendapatkan cinta Dewi Sita.

Antara Rahwana dan Rama mana yang cinta sejati, rama dan sinta yang saling mencintai, walau shinta harus membuktikan kesuciannya untuk diterima Rama. Atau Cinta Rahwana yang tak perlu syarat yang menunggu selama 13 tahun menunggu benih cinta Shinta kepadanya yang tak pernah tumbuh.

Rahwana menunggu waktu yang lama untuk menemukan cintanya, ketika ketemu tambatan hatinya sayang seribu sayang dewi Sita sudah menjadi milik Sri Rama. Dia tidak bisa berbuat apa apa, baginya cinta tetap harus diperjuangkan tetapi juga harus ada alasan untuk itu, dan pada awalnya tidak ada alasan untuk melakukannya.

Waktu terus berjalan dan pada akhirnya ada kesempatan ketika Laksmana adik Rama yang menyakiti adik Rahwana, sehingga ada alasan untuk merebut Sita dari Rama. Dengan mudah Rahwana mendapatkan tubuh Sita, tetapi Rahwana tidak berani menyentuh Sita, baginya cinta lebih penting dari segalanya.

Rama menunggu 13 tahun untuk bisa merebut Sita dari tangan Rahwana, sayang seribu sayang dia masih memerlukan pembuktian kesucian Sita. Baginya mungkin Rahwana sudah menodai Sita, mana yang cinta sejati Rahwana yang menunggu 13 tahun untuk meluluhkan hati Sita atau Rama yang menunggu 13 tahun untuk mendapatkan kembali Sita walau pada alhirnya dia meragukan Sita itu sendiri.

Kalah jadi abu menang jadi arang, rahwana kalah membawa cintanya yang bertepuk sebalah tangan, Rama menang dengan meninggalkan kesedihan karena pada akhirnya Sita pergi juga meninggalkannya. Terkadang jalan cinta itu terjal ketika sudah berada di ujung ternyata hanya ada jurang yang memisahkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir Cerita Kekkaishi

Profil Persatuan Ahli Farmasi Indonesia PAFI

Antara Farmasi dan Apoteker